Kiat Menghilangkan Bau Jengkol

Aromanya yang tajam dan kurang sedap, jengkol kerap dihindari.

Padahal, setelah diolah bisa menjadi makanan pendamping buah berkulit keras berwarna coklat kehitaman ini yang bercita rasa sedap.

Dikutip dari laman Legion Botanica, penyebab bau tidak sedap pada jengkol adalah karena senyawa asam jengkolat yang mengandung belerang tinggi.

Untuk menghilangkan aroma yang menusuk itu, ada cara tersendiri yang mudah dilakukan.

Proses ini juga akan melunakkan jengkol.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah cara memasak jengkol agar empuk dan tak berbau: Mengutip publikasi Aneka Resep Jengkol Enak dan Sehat dari id.scribd.com, usahakan mendapatkan jengkol yang sudah tua dan warnanya tak terlalu kekuningan lagi.

Biasanya, jengkol yang sudah tua cenderung lebih empuk dan baunya tidak menyengat sebagaimana jengkol muda.

Kupas kulitnya sebelum dimasak.

Setelah dikupas, cuci jengkol dengan air mengalir hingga bersih.

Merendam jengkol sebelum memasaknya bertujuan untuk mengurangi bau menyengat pada jengkol.

Selain itu, jengkol juga dapat direndam di dalam air dingin biasa untuk menghilangkan baunya.

Jengkol harus direbus terlebih dahulu untuk membuatnya lebih empuk dan tak terlalu berbau.

Rebus jengkol sekitar 30 menit di dalam air mendidih dengan api sedang.

Tambahkan daun salam atau daun jeruk agar dapat membantu menghilangkan bau dan melembutkan tekstur jengkol.

Pendiri Green Spot Healthy Food Cafe, Dwi Kartika Fitri, juga mengatakan bahwa aroma jengkol dapat diminimalkan.

Caranya dengan mengganti air dua hingga tiga kali ketika sedang merebus jengkol.

Selain itu, bau jengkol juga tak terlalu menyengat bila perebusannya dicampur dengan kopi hitam.

Dengan menggeprek jengkol, bumbu-bumbu pelengkap masakan mudah lebih meresap ke dalam jengkol.

Rasa pahit yng lamat-lamat pada jengkol dapat berkurang oleh bumbu masakan.

Di balik stigma buruk akibat baunya, jengkol sebenarnya memiliki beberapa manfaat kesehatan.

Jengkol mengandung protein yang tinggi dan beberapa antioksidan seperti polifenol, flavonoid, terpenoid, dan alkaloid yang memiliki kemampuan untuk melindungi tubuh dari bahaya penyakit jantung dan gangguan metabolisme lainnya.

MUHAMMAD SYAIFULLOH

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *